PRIORITAS HUMAN CAPITAL
Banyak pihak masih menganggap bahwa Human Capital hanya
merupakan perspektif baru yang lebih modern dalam menyebut tenaga kerja,
karyawan, atau pegawai. Padahal, secara filosofis maupun praktis, terdapat
perbedaan mendasar antara Human Capital dan human resource yang harus dipahami
secara kritis, teoritis dan filosofis. Human Capital bukan sekadar mengelola
SDM, tetapi lebih pada cara menilai dan mengembangkan nilai intrinsik yang
melekat pada manusia itu sendiri sebagai nilai yang tak terlihat. Human Capital
secara esensial berarti membicarakan arah masa depan manusia dalam sistem
ekonomi dan sosial. Ini adalah pengakuan bahwa modal fisik dan finansial tidak
akan pernah cukup tanpa modal intelektual dan sosial yang dibangun dari manusia
itu sendiri. Dalam perspektif organisasi Human Capital mengajarkan bahwa
keunggulan kompetitif tidak lagi bergantung pada apa yang kita miliki, tetapi
pada siapa yang kita kembangkan yaitu revitalisasi sumberdaya manusia. Dalam
dunia yang digerakkan oleh teknologi, kreativitas, dan perubahan cepat, hanya
organisasi yang menanamkan nilai dan kualitas pada manusianya yang akan
bertahan dan tumbuh secara berkelanjutan.
Inilah yang menjadi perbedaan “Berkarakter Experience Projects” sebagai Pusat Belajar dan Pelatihan, dari institusi lainnya yang saat ini marak berdiri baik formal maupun informal. Disini kami menekankan pada pemahaman tentang pembangunan manusia melalui proses Human Revitalization, Empowerment, Engagement, Self-Reliance & Influence.

Komentar
Posting Komentar